Metode Pencarian/Pelacakan
- Hal penting dalam menentukan keberhasilan sistem AI adalah kesuksesan dalam pencarian solusi.
- Pencarian = suatu proses mencari solusi dari suatu permasalahan melalui sekumpulan kemungkinan ruang keadaan/masalah (state space).
- Ruang keadaan/masalah = merupakan suatu ruang yang berisi semua keadaan yang mungkin.
Untuk
mengukur kinerja metode pencarian, terdapat empat kriteria yang dapat digunakan
:
- Completeness :
apakah metode tersebut menjamin penemuan solusi jika solusinya memang ada?
- Time complexity :
berapa lama waktu yang diperlukan?
- Space complexity :
berapa banyak memori yang diperlukan
- Optimality :
apakah metode tersebut menjamin menemukan solusi yang terbaik jika terdapat beberapa solusi berbeda?
Langkah-langkah dalam teknik searching :
- Mendefinisikan RUANG MASALAH/RUANG KEADAAN untuk suatu masalah
yg dihadapi.
- Mendefinisikan aturan produksi yang digunakan untuk mengubah
suatu “state” ke “state” lainnya.
- Memilih metode pencarian yg tepat sehingga dapat menemukan
solusi terbaik dengan usaha yang minimal.
Pada dasarnya terdapat 2 teknik pelacakan
yang biasa digunakan :
1. Pencarian buta ( blind search )
2. Pencarian Terbimbing ( heuristic search
)
Pengertian Teknik Pencarian dalam AI
Pencarian adalah suatu proses mencari
solusi dari suatu permasalahn melalui sekumpulan ruang keadaan. Ruang keadaan
adalah suatu ruang yang didalamnya berisi semua keadaan yang mungkin.
Kondisi dalam suatu pencarian menggunakan
AI :
> Kondisi sekarang / keadaan awal
> Keadaan Tujuan yang merupakan solusi
yang dijangkau apakah sudah mencapai sasaran .
> Biaya atau nilai yang diperoleh dari
solusi
Solusi merupakan suatu lintasan dari
keadaan awal sampai keadaan tujuan.
Uniform Cost Search
Uniform Cost Search adalah algoritma Seach
Tree (graph) yang digunakan untuk menyelesaikan beberapa persoalan . Algoritma
ini memulai pencarian dari root node, kemudian dilanjutkan ke node-node
selanjutnya. Dimana node tersebut dipilih yang memilki harga (cost) terkecil dari
root node. Algoritma ini merupakan modifikasi dari Bread First Search (BFS).
Dalam implementasi algoritma ini ,
melibatkan semua node yang berhubungan dengan root node, dan meletakannya dalam
priority queue untuk mencapai node tujuan. Dimana node – node yang dipilih
merupakan node yang berharga terkecil.
Depth First Search
Algoritma DFS (Depth First Search) adalah
salah satu algoritma yang digunakan untuk pencarian jalur. Contoh yang dibahas
kali ini adalah mengenai pencarian jalur yang melalui semua titik.
Algoritma ini mirip dengan Algoritma BFS
(Breadth First Search) yang sudah dijelaskan sebelumnya. Jika Algoritma BFS
(Breadth First Search) melakukan perhitungan secara terurut dari urutan pertama
sampai urutan terakhir, maka algoritma ini melakukan kebalikannya, yaitu
melakukan perhitungan secara terurut dari urutan terakhir. Setelah menghabiskan
semua kemungkinan dari titik terakhir, barulah mundur ke titik-titik sebelumnya
sampai pada titik pertama.
Depth Limited Search
Depth Limited Search Algoritma DLS (Depth
Limited Search) adalah salah satu algoritma yang digunakan untuk pencarian
jalur. Contoh yang dibahas kali ini adalah mengenai pencarian jalur yang
melalui semua titik.
Algoritma ini merupakan variasi dari
Algoritma DFS (Depth First Search) yang sudah dijelaskan sebelumnya. Jika
Algoritma DFS (Depth First Search) melakukan perhitungan (yang dimulai dengan
titik terakhir) dengan cara menghabiskan semua tingkatan / kedalaman dari
sebuah titik, maka algoritma ini memiliki batasan dimana perhitungan pada
sebuah titik hanya dihitung sampai pada kedalaman tertentu. Setelah semua
kemungkinan pada kedalaman itu sudah habis, kemudian akan dilanjutkan pada
titik berikutnya.
No comments:
Post a Comment