Agen Logika
Agen logika merupakan agen yang memiliki
kemampuan bernalar secara logika. Ketika beberapa solusi tidak secara eksplisit
diketahui, maka diperlukan suatu agen berbasis logika. Logika sebagai Bahasa
Representasi Pengetahuan memiliki kemampuan untuk merepresentasikan fakta sedemikian
sehingga dapat menarik kesimpulan (fakta baru, jawaban). Sedangkan pengetahuan
merupakan komponen yang penting, sehingga terdapat perbedaan jika diterapkan
pada dua agent, yakni problem solving agent dan knowledge-based agent.
Perbedaan dua agent, problem solving agent
dan knowledge-based agent. Problem solving agent memilih solusi di antara
kemungkinan yang ada. Apa yang ia “ketahui” tentang dunia, pengetahuannya tidak
berkembang untuk mencapai problem solution (initial state, successor function,
goal test) tetapi jika Knowledge-based agent lebih “pintar”. Ia “mengetahui”
hal-hal tentang dunia dan dapat melakukan reasoning (berpikir, bernalar)
mengenai Hal-hal yang tidak diketahui sebelumnya (imprefect/ partial
information). Tindakan yang paling baik untuk diambil (best action).
- KNOWLADGE BASE AGENT
Agen Berbasis Pengetahuan, Knowledge Base (KB) menyatakan apa yang “diketahui” oleh si agent Pendekatan deklaratif membangun agent: “beritahu” informasi yang relevan, simpan dalam KB. Agen dapat ditanya (atau bertanya diri sendiri) apa yang sebaiknya dilakukan berdasarkan KB. Maka sebuah agen berbasis pengetahuan harus bisa mereprentasikan world, state, action, dst. Menerima informasi baru (dan meng-update representasinya). Menyimpulkan pengetahuan lain yang tidak eksplisit (hidden property). Menyimpulkan action apa yang perlu diambil.
Agen Berbasis Pengetahuan atau Knowledge Base (KB) merupakan Himpunan representasi fakta yang diketahui tentang lingkungannya. Tiap fakta disebut sebagai sentence. Fakta tersebut dinyatakan dalam bahasa formal sehingga bisa diolah, menambahkan sentence baru ke KB. Inference Engine merupakan menentukan fakta baru yang dapat diturunkan dari pengetahuan yang sudah ada dalam KB.
Agen Berbasis Pengetahuan dalam representasi, agent dapat dipandang dari knowledge level. Apa saja informasi yang diketahui? Misal sebuah robot “mengetahui” bahwa gedung B di antara gedung A dan gedung C. Agent dapat dipandang dari implementation level Bagaimana representasi informasi yang diketahuinya? Logical sentence di_antara(gdB, gdA, gdC). Natural language “Gedung B ada di antara gedung A dan gedung C”.
Agen Berbasis Pengetahuan, pilihan representasi berpengaruh terhadap apa yang bisa dilakukan inference engine. Pada pendekatan deklaratif programmer memberitahu agent informasi tentang environment. Kalau informasi kurang, agen bisa melengkapinya sendiri. Jika dibandingkan dengan pendekatan prosedural programmer secara eksplisit memrogram agen untuk bertindak. Sehingga bagaimana jika program tidak benar, maka akan besar kemungkinan menyebabkan kesalahan.
Agen Berbasis Pengetahuan, permasalahannya adalah bagaimana representasi yang tepat, sehingga ada dua hal yang harus diperhatikan expressive bisa menyatakan fakta tentang environment, Tractable bisa mengolah/ memproses inference engine (dengan cepat). Knowledge merupakan power atau kekuatan dari pemrograman secara deklaratif. Representasi dan penalaran membentuk suatu Intelligence.
- WUMPUS WORLD
Aturan main Wumpus :
·Performance measure: emas +1000, mati -1000, gerak
-1, panah -10
·Environment: Matriks 4x4 kamar. Initial state [1,1].
Ada gold, wumpus dan pit yang lokasinya dipilih secara acak.
· Percept:
Breeze: kamar di samping lubang jebakan ada hembusan angin
Glitter: kamar di mana ada emas ada kilauan/sinar
Smell: kamar di samping Wumpus berbau busuk
Breeze: kamar di samping lubang jebakan ada hembusan angin
Glitter: kamar di mana ada emas ada kilauan/sinar
Smell: kamar di samping Wumpus berbau busuk
·Action: maju, belok kiri 90◦ , kanan 90◦ , tembak
panah (hanya 1!), ambil benda
Sifat Wumpus :
·
(Fully) observable? Tidak, hanya bisa persepsi
local
·
Deterministic? Ya, hasil tindakan jelas & pasti
·
Episodic? Tidak, tergantung action sequence
·
Static? Ya, gold, wumpus, pit tidak bergerak
·
Discrete? Ya
·
Single agent? Tidak
- LOGIC IN GENERAL-MODELS AND ENTAILMENT
Logic
adalah bahasa formal untuk merepresentasikan informasi sedemikian hingga
kesimpulan dapat dibuat dalam pembuatan kesimpulan pasti harus menggunakan
bahasa yg benar dalam pembuatan bahasa yang tepat Syntax mendefinisikan
kalimat-kalimat pada bahasa kemudian Semantics mendefinisikan arti kalimat;
misal, mendefinisikan kebenaran sebuah kalimat
Entailment
berarti sesuatu fakta bisa disimpulkan dari (kumpulan) fakta lain Entailment
dapat juga berarti sebuah hubungan antar kalimat ( syntax) yang didasarkan pada
semantics kemudian Model adalah sebuah “dunia” di mana kebenaran suatu sentence
bisa diuji.
Contoh:
Entailment
:
KB
mengandung sentence “Anto ganteng” dan “Ani cantik”.
KB |= α1:
“Anto ganteng dan Ani cantik”
KB 2 α2:
“Anto pintar”
x + y = 4
|= 4 = x + y
Contoh :
Model :
M(α)
adalah himpunan semua model dari α
KB= Anto
ganteng dan Ani cantik.
α = Anto
ganteng
Logika Proposisi
Definisi Logika
Ilmu
logika lebihmengarah pada bentuk kalimat (sintaks) daripada arti kalimat itu
sendiri(semantik). Ilmu logika selalu berhubungan dengan kalimat-kalimat
(argument) dan hubungan yang ada diantarakalimat-kalimat tersebut. Argumentasi
adalah kumpulan sebuah kesimpulanbeserta fakta-faktanya. Kesimpulan dikatakan
benar apabila merupakanakibat dari fakta-fakta yang diajukan. Apabila semua
fakta-fakta yang diajukanberikut kesimpulan adalah benar dan terdapat hubungan
logis di antarakeduannya, maka argumentasi tersebut adalah benar atau valid. Akan
tetapi,terkadang meskipun fakta-fakta yang diajukan tidak diragukan lagi
kebenarannya,bisa saja kesimpulan yang diambil menjadi salah akibat dari cara
berfikir yangtidak logis dan akhirnya menyebabkan suatu argumentasi menjadi
tidak valid. Tujuanmempelajari logika adalah untuk mampu mengidentifikasi valid
atau tidaknyasuatu argumentasi.
Dasar Logika Proposisi
- Proposisi adalah ekspresi
yangmengandung variabel (yaitu variableproposisional) berupa pernyataan
danoperator (yaitu operator logika) sebagaikonektor.
- Pernyataan (Statement) adalah
kalimatdeklaratif yang memiliki nilai kebenaran (True dan False)
- Syntactics Rule (AturanSintaktik)
adalah aturan yang diperlukan untuk mengkombinasikan antarapropositions dan
propositional connectives untuk menghasilkan sentences(kalimat logika). Dapat
dibuat alurnya sebagai berikut Propositions + Propositional Connectives à
Sentences Propositional connective yang digunakan: Not, And, Or,
If-Then,If-Then-Else, dan If-And-Only-If
- Interpretasi adalah pemberiannilai
kebenaran (true atau false) pada setiap symbol proposisi dari suatukalimat
logika.
- Semantic Rule (Aturan Semantik)adalah
suatu aturan yang digunakan untuk menentukan “truth value” dari suatusentence.
Logika
proposisimemiliki bentuk berupa kalimat deklaratif (atau pernyataan).
Proposisididefinisikan sebagai kalimat deklaratif yang memiliki hanya satu
nilaikebenaran yaitu benar saja, salah saja, tetapi tidak keduanya, benar
sekaligus salah. Pada umumnyabentuk proposisi adalah kalimat berita yang bisa
ditentukan nilai kebenarannya(benar/salah).
Contoh:
1. Soeharto adalah presiden RI ke-2
2. 4 - 2 = 2
3. 2 + 4 = 5
4. Siapakah namamu?
5. Lepas alas kaki sebelum masuk!
6.
Penjelasan:
Kalimat 1
dan 2 adalahkalimat proposisi yang bernilai benar, Kalimat 3 adalah kalimat
proposisi yangbernilai salah, Kalimat 4 dan 5 adalah kalimat tanya dan kalimat
perintahdimana keduanya tidak memiliki nilai kebenaran jadi tidak bisa disebut kalimatproposisi,
sedangkan Kalimat 6 adalah kalimat pernyataan yang bernilai benarsekaligus
salah selama nilai x dan y belum ditetapkan. Misalnya ketikanilai x = y, maka
pernyataan menjadi benar, selain dari itu pernyataanmenjadi salah. Oleh
karenanya kalimat 6 bukan proposisi.
Untuk
memudahkanproses manipulasi atau kalkulasi, proposisi dapat dituliskan secara
simbolikdengan menggunakan huruf kecil seperti p, q, r, s, dan
seterusnya.Sedangkan yang bukan hasil kombinasi dari proposisi-proposisi
disebut atom.Pada saat memanipulasi atau mengkombinasi atom, digunakan operator
logikaatau operator sambung (connective operator)yang dilambangkan dengan
simbol-simbol sebagai berikut:
SIMBOL
ARTI
BENTUK
Not /
Tidak / Negasi
tidak …
And / Dan
/ Konjungsi
… dan …
(Inclusive)
Or / Atau / Disjungsi
… atau …
Implies /
Maka / Implikasi
jika …
maka …
Iff / Jika
Hanya Jika / Bi-Implikasi
… jika dan
hanya jika …
Exclusive
Or / Or Eklusif
… atau …
Hasil
kombinasiatom-atom yang terhubung oleh operator logika akan membentuk formula.
Formuladapat didefinisikan sebagai berikut:
Atom
adalah formula.Jika p adalah formula, maka adalah formula.Jika p dan q adalah
formula, maka (), (), (), () adalah formula
Seluruh
formuladibentuk dengan menerapkan aturan . Dalam buku referensi mengenai logika
proposisi, formuladisebut juga sebagai proposisi majemuk (compoundproposition).
Sedangkan penggunaan operator logika
jarang digunakan tapijika digunakan harus memperhatikan konteks atau
keterkaitan isi pembicaraan.
Contoh:
1. “6 adalah bilangan genap dan5 adalah
bilangan ganjil”.
2. “Jika bumi adalah datar, maka”.
3. “Setelah wisuda, Sayuti akanbekerja di
OKTV Jakarta atau di BBC London”.
4. “Pada istirahat siang, pesertaseminar
diperbolehkan makan atau minum”.
5. “Pak Taka menghidupkan mobil danberangkat
ke kantor OKTV”.
Penjelasan:
Kalimat-1:
dapat dinotasikan dengan formula, dimana p adalah“6 adalah bilangan genap” dan
qadalah “5 adalah bilangan ganjil”.
Kalimat-2:
dapat dinotasikan dengan formula, dimana p adalah“Jika bumi adalah datar” dan q
adalah“”. Meskipun kedengarannya janggal akibat kesalahan semantikbahasa
kalimat tersebut tetap memenuhi pembentukan proposisi.
Kalimat-3:
meskipun sangat jelas bahwakalimat tersebut memiliki operator ‘Atau’ tetapi
sangat sulit di notasikan,karena operator ‘Atau’ tersebut memiliki makna ganda
yaitu Or Inclusive atau Or Exclusiveyang berarti harus memperhatikan konteks
atau keterkaitan isi pembicaraan. Padacontoh kalimat diatas lebih merujuk pada
OrExclusive karena tidak mungkin Sayuti bekerja di dua tempat sekaligusdimana
lokasi keduanya terpisah jauh secara fisik, dengan demikian kalimattersebut
dapat dinotasikan dengan formula .
Kalimat-4:
penggunaan ‘Atau’ disini merujukpada Or Inclusive, karena pesertaseminar dapat
makan saja, minum saja, atau makan dan minum. Kalimat tersebutdapat dinotasikan
dengan formula .
Kalimat-5:
penggunaan ‘Dan’ disinimengandung arti ‘Kemudian’ sehingga posisi kalimat
proposisi tidak bisaditukar. Misalnya “Budi datang bersamaOdah dan Susi” dapat
ditukar menjadi “Budidatang bersama Susi dan Odah”. Sedangkan pada kalimat
contoh diatas “PakTaka berangkat ke kantor OKTV dan menghidupkan mobil” artinya
menjadilain dengan kalimat asal. Pada Logika Proposional ketika menggunakan
operatorlogika ‘/Dan/And’ pertukaran formula seperti itu tidakdipermasalahkan,
sehingga kalimat pada contoh diatas dapat dinotasikan denganformula .
Kalkulus Proposisi
Kalkulus
Proposisiadalah proses kalkulasi penentuan nilai kebenaran dari suatu formula.Pada
contoh-contoh sebelumnya proses kalkulasi terjadi pada saat kitamenentukan
nilai kebenaran dari suatu kalimat proposisi menjadi notasi denganformula.
Nilai kebenaran dalam kalkulus proposisi dapat direpresentasikan/disajikan
dalam bentuk-bentuk sebagai berikut:
- Benar (B) atau True (T) dinotasikan
dengan Satu (1).
- Salah (S) atau False (F) dinotasikan
dengan Nol (0).
Nilai
kebenaran yangdisebutkan diatas bisa digunakan dengan bentuk B/S, T/F, atau
1/0. Tapi untukkeseragaman, dengan alasan akan digunakan juga pada bahasan
Aljabar Boolean dantelah terbiasa, maka nilai kebenaran yang digunakan adalah
1/0. Nilai-nilaikebenaran untuk masing-masing formula dapat dilihat pada tabel
kebenaran (Truth Table) dibawah ini:
Negasi
Konjungsi,
Disjungsi, Implikasi, Bi-Implikasi, Or Exclusive
Bahasan
Khusus: Varian Implikasi
Pada
(Implikasi), ketika p= 0 apapun nilai
dari q akan selalu bernilai benar. Beberapavarian dari formula Implikasi
adalah: Contrapositive,Converse, Inverse.
- Formula disebut Contrapositivedari formula
- Formula disebut Converse dariformula
- Formula disebut Inverse dariformula
Contoh:
Buatlah
Contrapositive, Converse, Inverse darikalimat berikut: “Jika Fulan tidak
belajar, maka ia tidak akan lulus ujian”.
Jawab:
Contrapositive : “Jika Fulan lulus, maka ia belajar”.
Converse : “Jika Fulan tidak lulus ujian,
makaia tidak belajar”.
Inverse : “Jika Fulan
belajar,maka ia akan lulus ujian”.
Implikasi
ini memilikiperan sangat penting dalam penalaran. Implikasi tidak hanya disebutkansebagai kalimat standar
“Jika p Maka q” tetapi juga dapat diekspresikan dalamberbagai cara, antara
lain:
Jika p,
maka q (if p,
then q)Jika p, q (if p,q)p
mengakibatkan q (p
implies q)q jika p (q if p)p
hanya jika q (p
only if q)p syarat cukup agar q
(p is sufficient for q)q syarat perlu bagi p (q is necessary for p)q
bilamana p (q
whenever p)
Bahasan
Khusus: Tautologi, Kontradiksi, Ekuivalen
Suatu
formuladikatakan Tautologi (Tautology)apabila interpretasi dari formula tersebut
selalu benar, apapun nilaiatomnya. Formula dikatakan Kontradiksi
(Contradiction) apabila interpretasinya selalu salah. Duaformula p dan q
dikatakan Ekivalen secara logika (Logically Equivalent) apabila keduanya
memiliki nilai kebenaranyang sama.
Contoh:
1. Buktikan dengan tabel kebenaranuntuk
memperlihatkan bahwa interpretasi formula
adalah tautology.
2. Buktikan dengan tabel kebenaranuntuk
memperlihatkan bahwa inerpretasi formula adalah kontradiksi.
3. Buktikan dengan tabel kebenaran untukmembuktikan
bahwa dan adalah ekivalen secara logika.
4. Buktikan dengan table kebenaranuntuk
membuktikan (Øp Ù Øq)
5. Selidiki nilai kebenaran dari (p Ù Øq) ® Ø r
Jawab:
1.
2. Tabel kebenaran untuk:
3. Tabel kebenaran untuk: dan
4. Tabel kebenaran untuk: (Øp Ù Øq)
5. Tabel kebenaran untuk (p Ù Øq) ® Ø r
Validitas dan Inkonsistensi
Pada
pembahasan kaliini kita ingin mengetahui kapan suatu formula dikatakan valid
pada logikaproposional? Pada penjelasan diatas kita telah dibiasakan dengan
formula logikayang berasal dari transformasi kalimat deklaratif. Komposisi atau
Kombinasibeberapa kalimat deklaratif yang valid akan menghasilkan formula yang
validjuga.
Suatu
formuladikatakan Valid jika dan hanya jika formula tersebut Tautologi. Dan
formuladisebut Invalid jika dan hanya jika tidak valid.
Suatu
formula disebut Inkonsistenjika dan hanya jika formula tersebut kontradiksi.
Dan formula disebut Konsistenjika dan hanya jika tidak Inkonsisten.
Pernyataan
berikut iniadalah implikasi dari definisi diatas:
Formula
adalah Valid jika dan hanya jika Negasinya InkonsistenFormula adalah
Inkonsisten jika dan hanya jika Negasinya ValidFormula adalah Invalid jika dan
hanya jika ada interpretasi yang menyebabkannya salah.Formula adalah Konsisten
jika dan hanya jika ada interpretasi yang menyebabkannya benarJika formula
adalah Valid, maka formula tersebut Konsisten tetapi tidak sebaliknyaJika
formula adalah Inkonsisten, maka formula tersebut Invalid, tetapi tidak untuk
sebaliknya.
Contoh:
Dengan menggunakan tabel kebenarn,
kitadapat menyimpulkan bahwa:
1. Formula adalah inkonsisten, yang juga
invalid
2. Formula adalah valid, yang juga konsisten
3. Formula adalah invalid, yang juga
konsisten
5.5 Bentuk Normal Formula
Seperti
yang kita ketahuibahwa suatu logika proposisi dibentuk dari suatu formula
dengan kombinasi darioperator . Formula yang hanya menggunakan kombinasi
operator disebut formulabentuk
normal. Ada dua macam Bentuk Normal
Formula yaitu:
Bentuk
Normal Konjungsi:Formula F dikatakanberbentuk Normal Konjungsi jika dan hanya
jika F berbentuk dimana dan
himpunan bilanganbulat.
Contoh:
Jika
diketahui p, q,dan r. Maka formula adalah berbentuk normal konjungsi dimana ,
dan , .
Bentuk
Normal DisjungsiFormula F dikatakanberbentuk Normal Disjungsi jika dan hanya
jika F berbentuk dimana dan
himpunan bilanganbulat.
Contoh:
Jika
diketahui p, q,dan r. Maka formula adalah berbentuk normal konjungsi dimana ,
dan , .
Pada saat
mengubahbentuk formula menjadi bentuk normal, tabel ekuivalensi logis dapat
digunakansebagai alat bantu. Berikut prosedur transformasinya:
Contoh:
Ubahlah
formula kedalam bentuk normal
konjungsiJawab:
Maka
bentuk normalkonjungsi untuk formula
adalah
Ubahlah
formula kedalam bentuk normal disjungsiJawab:
Maka
bentuk normalkonjungsi untuk formula
adalah
Metode-Metode Inferensi
Metode
Inferensiadalah teknik untuk menurunkan kesimpulan berdasarkan hipotesa yang
ada, tanpaharus menggunakan tabel kebenaran. Konklusi disimbolkan sebagai ‘’
dibaca ‘jadi’ atau ‘karena itu’. Beberapa metode inferensiuntuk menentukan
ke-Valid-an suatu kesimpulan adalah sebagai berikut: (LihatTabel aturan
inferensi)
Modus
Ponen
Bentuk(implikasi)
diasumsikan bernilai benar. Apabila selanjutnya diketahui bahwa anteseden p
(hipotesa) juga bernilai benar, agar konklusi bernilai benar, maka q (konklusi)
juga harus bernilai benar.
Contoh:
Misalkan
implikasi “Jika 20 habis dibagi 2, maka 20 adalah bilangan genap” dan hipotesa
“20 habis dibagi 2” keduanya bernilai benar. Maka metode inferensi modus ponen
dinyatakan dalam bentuk:
“Jika 20
habis dibagi 2, maka 20 adalah bilangan genap. 20 habis dibagi 2. Karena itu,
20 adalah bilangan genap.”
Bernilai
benar dan dapat ditulis juga sebagai:
Contoh
lainnya:
Modus
Tollen
Bentuk
Modus Tollen mirip dengan Modus Ponen, hanya saja Hipotesa kedua dan Konklusi
merupakan kontraposisi hipotesa pertama modus ponen, karena suatu implikasi
selalu ekuivalen dengan kontraposisi.
Contoh:
Misalkan
implikasi “Jika Zeus seorang manusia, maka ia dapat mati” dan hipotesa “Zeus
tidak dapat mati” keduanya bernilai benar. Maka metode inferensi modus ponens
dinyatakan dalam bentuk:
“Jika Zeus
seorang manusia, maka ia dapat mati. Zeus tidak dapat mati. Karena itu, Zeus
bukan seorang manusia.”
Bernilai
benar dan dapat ditulis juga sebagai:
Disjungtif
dan
Inferensi
penambahan Disjungtif didasarkan atas fakta bahwa suatu kalimat dapat
digeneralisasikan dengan penghubung ‘’. Alasannya adalah karena penghubung ‘’
bernilai benar jika salah satu komponennya bernilai benar.
Contoh:
Konjungtif
dan
Inferensi penyederhanaan
konjungtif merupakan kebalikan dari inferensi Disjungtif. Jika kalimat
dihubungkan dengan ‘’, kalimat tersebut dapat diambil salah satunya secara
khusus.
Contoh:
Penghubung
‘dan’ dalam kalimat diatas berarti bahwa Taka menguasai bahasa Inggris
sekaligus menguasai bahasa Jepang. Secara khusus dapat dikatakan bahwa Taka
menguasai bahasa Inggris.
SilogismeDisjugtif
dan
Silogisme
Disjungtif didasari pada fakta kehidupan sehari-hari bahwa apabila dihadapkan
satu diantara 2 pilihan (A atau B), sedangkan kita tidak memilih A, maka
satu-satunya pilihan yang mungkin adalah B.
Contoh:
SilogismeHipotesis
Silogisme
Hipotesis adalah implikasi yang bersifat transitif. Jika implikasi dan
keduanya bernilai benar, maka implikasi juga bernilai benar.
Contoh:
Konjungsi
Jika ada
dua kalimat yang masing-masing bernilai benar maka gabungan kedua kalimat
tersebut yang dihubungkan dengan operator ‘’ juga bernilai benar.
Contoh:
Dilema
Dalam
kalimat yang dihubungkan dengan dengan penghubung ‘’, masing-masing kalimat
dapat mengimplikasikan sesuatu yang sama.
Contoh:
Contoh
Metode Inferensi
Contoh
berikut iniadalah persoalan mengenai penggunaan metode inferensi berdasarkan
fakta-faktayang actual, dimana setiap nilai kebenaran yang dihasilkan suatu
fakta akanmenghasilkan nilai kebenaran bagi fakta lainnya:
“Pada
suatu hari, Anda hendak pergi kuliah dan baru sadar bahwa andatidak memakai
kacamata. Setelah diingat-ingat, ada beberapa fakta yang Andayakini benar
yaitu:”
1. Jika kacamataku ada di meja dapur,aku
pasti sudah melihatnya ketika mengambil makanan kecil.
2. Aku membaca buku pemrograman diruang tamu
atau aku membacanya di dapur.
3. Jika aku membaca buku pemrogramandi ruang
tamu, maka pastilah kacamata kuletakkan dimeja tamu.
4. Aku tidak melihat kacamatakuketika aku
mengambil makanan kecil.
5. Jika aku membaca majalah diranjang, maka
kacamataku kuletakkan dimeja samping ranjang.
6. Jika aku membaca buku pemrogramandi
dapur, maka kacamata ada di meja dapur.
Berdasarkanfakta-fakta
tersebut, tentukan dimana letak kacamataku?
Jawab:
Pernyataan
dalambentuk simbol logika:
§ p : Kacamata ada di meja dapur.
§ q : Aku melihat kacamataku ketika
mengambilmakanan kecil.
§ r : Aku membaca buku pemrograman di
ruangtamu.
§ s : Aku membaca buku pemrograman di dapur.
§ t : Kacamata kuletakkan di meja tamu.
§ u : Aku membaca buku majalah di ranjang.
§ w : Kacamata kuletakkan di mejasamping
ranjang.
Fakta
dapat ditulis:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Inferensi
yang dapatdilakukan:
1.
Tolens
2. Tolens
3. Silogisme Disj.
4. Ponens
Kesimpulan:
Kacamata
ada di Meja Tamu